The Smooth Criminal Has Left The Building Forever..


it's been 3 days after michael jackson passed away dan dunia masih merasa kehilangan sang King of Pop. Saya yang kelahiran tahun 89, pertama kali bisa saya ingat michael jackson sudah berada di TV yang saya tonton. Dengan videoklip yang menampilkan Macaulay Culkin, Black & White yang berhasil membuat saya berjoget-joget di depan televisi.

Kemudian dilanjutkan dengan mengetahui moonwalker film yang dibintangi oleh michael jackson sendiri, moonwalker sendiri merupakan gerakan trademark dari Jacko. Film tersebut mempunyai game yg dirilis ke berbagai konsol, saya memainkan versi sega genesis 16 bit, game yang sangat keren dengan musik-musik karyanya yang diubah ke dalam 8 bit. Dengan menekan tombol A michael jackson akan mengajak musuhnya berdansa dan ketika selesai musuhnya akan mati semua. DAMN Awesome game.

Dan perjalanan masa kecil saya diwarnai oleh hits-hits michael jackson yang ada setiap tahunnya. Bahkan beberapa hari sebelum michael jackson meninggal, ketika saya mengalami dehidrasi akut saya mendengarkan lagu beliau. Ketika kabar berita michael jackson meninggal diketahui saya, rasa kaget langsung menyerang saya. 3 hari ini saya tidak berhenti memainkan lagu-lagu michael jackson yang saya suka. Dari ketika ia masih bersama Jackson 5 hingga ketika ia sudah mengalami kerusakan di wajah akibat terlalu sering operasi plastik.

Oleh karena itu saya selalu menganggap michael jackson idola saya, legenda yang saya sudah tonton sejak pertama kali saya bisa mengingat sesuatu dan hingga sekarang masih terobsesi untuk bisa melakukan moonwalk.

Thanksful to God, i was living in an era when he was rocking the world. Sayonara King of Pop!!!
Rest in Peace! Godspeed!!

0 comments:

The Italian Secretary.. Another Holmes Adventure!!

10:37 PM 0 Comments


Sewaktu saya mencari novel a Grave in Gaza, saya menemukan sebuah buku dengan cover siluet Sherlock Holmes sedang menghisap pipanya. Judul buku tersebut adalah The Italian Secretary (Sekretaris Italia versi terjemahannya). Tetapi karena uang yang pas-pasan akhirnya saya memutuskan untuk menunda membeli buku tersebut. Minggu depannya saya menunggu seseorang di Senayan City dan memutuskan untuk menunggu di toko buku Gunung Agung. Menemukan bahwa buku tersebut ada di toko itu dan langsung membeli. Merasa takdir yang menyuruh saya membeli, karena ketika saya mencari buku itu di Gunung Agung susah sekali tetapi akhirnya menemukan.

Dikarang oleh Caleb Carr, atas permintaan sir arthur conan doyle estate (yayasan yang memegang hak sah atas karya-karya sir arthur conan doyle). Diterbitkan pada tahun 2005, bercerita tentang Sherlock Holmes dan John Watson yang pergi ke skotlandia karena dipanggil Mycroft Holmes, kakak dari Sherlock Holmes yang meminta bantuan untuk menyelidiki kematian Sir Alistair Sinclair, seorang arsitek yang akan merenovasi Kastil Hollyrood dan mandornya Dennis McKay. Mereka berdua mati dengan sangat menggenaskan, ditusuk-tusuk berpuluh-puluh kali di badannya. Persis seperti kematian sekretaris italia Ratu Mary, 3 abad lalu. Diduga berbahaya untuk keselamatan Ratu, maka Holmes dan Watson harus menyelesaikan kasus tersebut.

Novel ini ditulis dengan seperti gaya Sir Arthur Conan Doyle menulis Sherlock Holmes, menggunakan sudut pandang orang kedua, dengan Watson sebagai narator. Caleb Carr berhasil memperlihatkan sisi lain karakter-karakter di dunia Sherlock Holmes, menunjukkan kekesalan mrs.hudson karena tingkah laku sherlock dan Mycroft sebagai intelijen negara. Gaya penulisannya pun membuat penasaran pembaca yang selalu ingin membuka lembar berikutnya ketika membaca. Tetapi kadang-kadang, kurang terasa karakter holmes yang eksentrik dan kurang menunjukkan metode-metode deduktif yang biasa digunakan oleh Sherlock. Tapi secara keseluruhan novel ini lumayan untuk dibaca untuk fans sherlock holmes!

0 comments:

a Grave in Gaza ... Different Kind Detective Novel...

10:45 PM 0 Comments


Ketika saya membuka wikipedia dan membrowsing tentang Sherlock Holmes, saya mencoba membuka kategori Detektif Fiksi. Ketika halamannya terbuka, terlihat berbagai nama detektif fiksi yang ada tetapi yang menarik perhatian saya adalah sebuah nama arab yaitu Omar Yussef. Dan saya langsung mengklik nama itu, keluarlah sebuah biografi fiktif tentang seorang bernama Omar Yussef, ditulis disitu bahwa dia adalah karakter utama dari seri novel kriminal karangan Matt Beynon Rees. Seorang warga palestina yang tinggal di Betlehem dan mengajar di sekolah putri yang didirikan oleh PBB. Dan terlintas di pikiran saya, WAH SEBUAH NOVEL DETEKTIF DENGAN ORANG ARAB SEBAGAI THE MAIN CHARACTER DAN HOLY LAND AS THE SETTING, NICEEEE!! dan ketika membaca artikel tentang pengarangnya Matt Rees, ditulis bahwa bukunya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Dengan bantuan Google, saya berhasil menemukan bahwa Novel yang telah diterjemahkan adalah buku kedua dari seri "An Omar Yussef Mystery" yaitu "a Grave in Gaza" dan telah diterbitkan oleh Dioma Publishing, sebuah penerbit yang berpusat di kota Malang. Besoknya saya langsung mencoba mencari buku tersebut dan langsung membelinya ketika menemukannya. Dan ternyata saya pernah melihat cover bukunya, tetapi saya kira awalnya itu adalah sebuh buku tentang teori konspirasi perang israel-palestina yang banyak beredar di sini, makanya saya tidak tertarik.

Bercerita tentang Omar Yussef bersama atasannya, Magnus Wallender yang pergi ke Gaza untuk melakukan pemeriksaan terhadap sekolah PBB yang ada disana. Tetapi ketika tiba, mereka dikejutkan kabar bahwa seorang guru di sekolah tersebut ditangkap atas tuduhan yang cukup berat, yaitu dianggap sebagai mata-mata CIA. Kabar itu secara otomatis membuat Omar Yussef dan Wallender merasa bertanggung jawab untuk membantu membebaskan guru itu. Dibantu oleh seorang skotlandia bernama James Cree yang merupakan personil PBB yang ditugaskan disana, mereka berusaha untuk menyelidiki apa yang terjadi. Ketika penyelidikan dilakukan, banyak kejadian yang menghalangi mereka. Wallender diculik dan mobil James Cree dibom. Yang memberikan gambaran bahwa Omar Yussef bukan sekedar berurusan dengan kasus dipenjaranya seorang guru, tetapi juga dengan konflik diantara para pemimpin faksi yang saling berebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.

Yang paling menarik dari novel ini adalah settingnya tidak biasa, bertempat di daerah konflik dimana hukum tidak berlaku dan kehidupan keras para penduduknya. Keadaan politik yang panas dan berebut kekuasaan dan juga Omar Yussef sebagai karakter utama. Berbeda dengan Sherlock Holmes yang merupakan seorang yang berkelas dan Hercule Poirot yang selalu tampak rapi, Omar Yussef adalah seorang guru yang tidak kaya, hidup sederhana, tidak terlalu pandai menggunakan teknologi dan tidak menarik. Matt Rees benar-benar menggambarkan karakter utamanya sebagai seorang tua sederhana berusia 50 tahunan yang tidak menarik dan berkeluarga, benar-benar 180 derajat dari detektif-detektif fiksi terkenal lainnya. Dimana Sherlock ditulis sebagai seorang penyendiri yang tidak berkeluarga dan Hercule Poirot yang selalu peduli dengan penampilannya, Ommar Yussef hanya guru yang mempunyai perut buncit tetapi mempunyai kesamaan dengan mereka yaitu menggunakan pengetahuannya sebagai senjata untuk memecahkan misteri yang ada.

Matt Rees juga berhasil menggambarkan Gaza sebagai daerah yang kumuh, keras dan tidak berhukum. Sesuai dengan fakta yang ada, digambarkan sebagai kota yangbila ada kematian dalam suatu kekerasan adalah hal yang sangat biasa. Gaya penulisan yang membuat penasaran dan tidak bisa berhenti membaca menjadi nilai plus buku ini. Saya merekomendasikan buku ini jika anda seorang penggemar novel detektif dan mencari sesuatu yang beda.

Dioma Publishing, seperti yang dijelaskan Matt Rees kepada saya juga akan menerbitkan 4 buku Omar Yussef lainnya seperti, The Conspirator from Betlehem, The Samaritan's Secret dan juga buku keempat yang akan terbit versi inggrisnya tahun depan.
source:
Komentar yang dibalas oleh Matt Rees di blognya

0 comments:

My Economy Crisis, The Rise of The Monster and Motivation to Study!!

11:08 PM 0 Comments

Sudah lama saya tidak mengupdate blog, padahal banyak yang ingin saya tulis tapi saya belum menemukan waktu yang tepat saja untuk mengupdate. Di postingan berikutnya saya akan meresensi 2 novel detektif berjudul a Grave in Gaza dan The Italian Secretary yang membuat saya kurang tidur karena keasikan membaca. Juga review sebuah game RPG The Last Remnat versi PC buatan Square Enix. Tetapi itu akan saya tulis di posting-postingan berikutnya. Sekarang saya akan menceritakan bagaimana keadaan saya akhir-akhir ini.

Akhir-akhir ini saya mengalami krisis ekonomi pribadi, karena kebodohan saya melakukan miskalkulasi yang menyebabkan kantong kering. Sehingga saya meminjam uang, yang membantu saya menjalani hari-hari saya saat ini. Ini terakhir kali saya melakukan, memakai uang tanpa berpikir panjang. Mulai saat ini saya berjanji akan melakukan perhitungan dalam setiap pengeluaran.

Hari Minggu tanggal 7 Juni 2009 yang lalu, Team submission grappling saya, Alliance dari Adria mengirim 2 orang untuk mengikuti turnamen BJJ yang diadakan Team Spider jujitsu di New Body Fitness. Terdiri dari 3 Kategori : Kids, Junior (SMP,SMA) dan Adult (dibagi menjadi 2 kelas Under 66 dan kelas over 66). Alliance mengirim 2 orang wakilnya yaitu M dan Dirza, M untuk kategori adult kelas over 66 dan Dirza untuk kategori junior. Dirza gugur di pertandingan pertama, sedangkan M berhasil meraih juara 1 untuk kategori Adult over 66. Hanya kalah ketika diadu melawan juara under 66, Stefer.

Yang menarik dari turnamen ini adalah kelas kids yang diikuti oleh anak-anak berusia 8-12 tahun. Dimana sang juara Kurt, anak kecil berkebangsaan australia mengalahkan lawan-lawannya dengan telanjang dada dan teknik yang bagus. Kenapa judulnya rise of the monster? karena Mas Rolly memanggil M dengan julukan monster ketika memanggil nama juara! oleh karena itu saya menulis judulnya dengan Rise of The Monster.

Saya sendiri ingin mengikuti turnamen ini, tetapi ada 2 faktor yang mempengaruhi saya tidak ikut. Yaitu yang paling berperan adalah keuangan saya tidak punya 100rb rupiah untuk mendaftar karena saya lagi kesulitan ekonomi seperti yang saya tulis di awal postingan ini dan kedua saya lagi jarang latihan yang disebabkan oleh sibuknya saya mengejar nilai ketika kuliah.
Congratulations for Andicka Mamesah for won the 1st prize!! and Remember Dial M for Monster!!

Akhirnya surat keterangan nilai semester lalu kuliah saya sampai di rumah, dibaca oleh ayah dan ibu saya yang kebetulan tidak keluar rumah. Tidak kaget atau Panik, karena saya sebelumnya sudah mengetahui nilai saya dan memberi tahu mereka nilai saya bagaimana. Jadi tidak ada acara marah-marah dan sebagainya, tetapi ada surat panggilan dari Student Academy Center, Bagian dari Binus yang bergerak di bidang prestasi dan nilai-nilai mahasiswa. Suratnya menyatakan bahwa saya harus menyelesaikan 30 sks semester ini dengan ipk > 2 . IPK tidak membuat saya panik, karena IPK saya 2.8, yang membuat saya panik adalah jumlah sks. Karena saya baru menyelesaikan 10 SKS semester lalu dan saya terancam di dua mata kuliah yaitu Strukdat dan Kalkulus yang berjumlah 10 SKS dan klo saya gagal di dua mata kuliah itu, otomatis di akhir semester saya hanya menyelesaikan 20 SKS.

Sempat stress dan frustasi, setelah melihat hasil uts saya semester ini (merasa bisa, merasa yakin tapi kok nilai cuman segitu?) dan ketika bertemu dengan counselor, dia meyakinkan saya bahwa masih bisa kekejar nilai saya. Dan oleh karena itu saya termotivasi untuk belajar. mencoba mengeprint modul-modul yang dikasih dosen dan membaca satu demi satu. Saya memutuskan untuk mengurangi main game dan tidak membeli novel karena jika ada saya pasti memprioritaskan main game atau membaca novel.

Di bulan ini saya juga mengambil keputusan untuk membaca album donal bebek lagi, sound childish but Album Donal Bebek adalah satu2nya majalah yang benar-benar saya baca habis dari awal ampe akhir. Saya juga bergabung dengan mailing list donal bebek!! dan saya sadar karakter ciptaan disney memang menghibur segala usia, dari pertama kali saya bisa membaca hingga almarhum kakek saya yang ketika sudah tua masih membaca donal bebek. Coba dibaca deh!! bacaan ringan nan menghilangkan stress!!

0 comments: