
Sewaktu saya mencari novel a Grave in Gaza, saya menemukan sebuah buku dengan cover siluet Sherlock Holmes sedang menghisap pipanya. Judul buku tersebut adalah The Italian Secretary (Sekretaris Italia versi terjemahannya). Tetapi karena uang yang pas-pasan akhirnya saya memutuskan untuk menunda membeli buku tersebut. Minggu depannya saya menunggu seseorang di Senayan City dan memutuskan untuk menunggu di toko buku Gunung Agung. Menemukan bahwa buku tersebut ada di toko itu dan langsung membeli. Merasa takdir yang menyuruh saya membeli, karena ketika saya mencari buku itu di Gunung Agung susah sekali tetapi akhirnya menemukan.
Dikarang oleh Caleb Carr, atas permintaan sir arthur conan doyle estate (yayasan yang memegang hak sah atas karya-karya sir arthur conan doyle). Diterbitkan pada tahun 2005, bercerita tentang Sherlock Holmes dan John Watson yang pergi ke skotlandia karena dipanggil Mycroft Holmes, kakak dari Sherlock Holmes yang meminta bantuan untuk menyelidiki kematian Sir Alistair Sinclair, seorang arsitek yang akan merenovasi Kastil Hollyrood dan mandornya Dennis McKay. Mereka berdua mati dengan sangat menggenaskan, ditusuk-tusuk berpuluh-puluh kali di badannya. Persis seperti kematian sekretaris italia Ratu Mary, 3 abad lalu. Diduga berbahaya untuk keselamatan Ratu, maka Holmes dan Watson harus menyelesaikan kasus tersebut.
Novel ini ditulis dengan seperti gaya Sir Arthur Conan Doyle menulis Sherlock Holmes, menggunakan sudut pandang orang kedua, dengan Watson sebagai narator. Caleb Carr berhasil memperlihatkan sisi lain karakter-karakter di dunia Sherlock Holmes, menunjukkan kekesalan mrs.hudson karena tingkah laku sherlock dan Mycroft sebagai intelijen negara. Gaya penulisannya pun membuat penasaran pembaca yang selalu ingin membuka lembar berikutnya ketika membaca. Tetapi kadang-kadang, kurang terasa karakter holmes yang eksentrik dan kurang menunjukkan metode-metode deduktif yang biasa digunakan oleh Sherlock. Tapi secara keseluruhan novel ini lumayan untuk dibaca untuk fans sherlock holmes!

Ketika saya membuka wikipedia dan membrowsing tentang Sherlock Holmes, saya mencoba membuka kategori Detektif Fiksi. Ketika halamannya terbuka, terlihat berbagai nama detektif fiksi yang ada tetapi yang menarik perhatian saya adalah sebuah nama arab yaitu Omar Yussef. Dan saya langsung mengklik nama itu, keluarlah sebuah biografi fiktif tentang seorang bernama Omar Yussef, ditulis disitu bahwa dia adalah karakter utama dari seri novel kriminal karangan Matt Beynon Rees. Seorang warga palestina yang tinggal di Betlehem dan mengajar di sekolah putri yang didirikan oleh PBB. Dan terlintas di pikiran saya, WAH SEBUAH NOVEL DETEKTIF DENGAN ORANG ARAB SEBAGAI THE MAIN CHARACTER DAN HOLY LAND AS THE SETTING, NICEEEE!! dan ketika membaca artikel tentang pengarangnya Matt Rees, ditulis bahwa bukunya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Dengan bantuan Google, saya berhasil menemukan bahwa Novel yang telah diterjemahkan adalah buku kedua dari seri "An Omar Yussef Mystery" yaitu "a Grave in Gaza" dan telah diterbitkan oleh Dioma Publishing, sebuah penerbit yang berpusat di kota Malang. Besoknya saya langsung mencoba mencari buku tersebut dan langsung membelinya ketika menemukannya. Dan ternyata saya pernah melihat cover bukunya, tetapi saya kira awalnya itu adalah sebuh buku tentang teori konspirasi perang israel-palestina yang banyak beredar di sini, makanya saya tidak tertarik.
Bercerita tentang Omar Yussef bersama atasannya, Magnus Wallender yang pergi ke Gaza untuk melakukan pemeriksaan terhadap sekolah PBB yang ada disana. Tetapi ketika tiba, mereka dikejutkan kabar bahwa seorang guru di sekolah tersebut ditangkap atas tuduhan yang cukup berat, yaitu dianggap sebagai mata-mata CIA. Kabar itu secara otomatis membuat Omar Yussef dan Wallender merasa bertanggung jawab untuk membantu membebaskan guru itu. Dibantu oleh seorang skotlandia bernama James Cree yang merupakan personil PBB yang ditugaskan disana, mereka berusaha untuk menyelidiki apa yang terjadi. Ketika penyelidikan dilakukan, banyak kejadian yang menghalangi mereka. Wallender diculik dan mobil James Cree dibom. Yang memberikan gambaran bahwa Omar Yussef bukan sekedar berurusan dengan kasus dipenjaranya seorang guru, tetapi juga dengan konflik diantara para pemimpin faksi yang saling berebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.
Yang paling menarik dari novel ini adalah settingnya tidak biasa, bertempat di daerah konflik dimana hukum tidak berlaku dan kehidupan keras para penduduknya. Keadaan politik yang panas dan berebut kekuasaan dan juga Omar Yussef sebagai karakter utama. Berbeda dengan Sherlock Holmes yang merupakan seorang yang berkelas dan Hercule Poirot yang selalu tampak rapi, Omar Yussef adalah seorang guru yang tidak kaya, hidup sederhana, tidak terlalu pandai menggunakan teknologi dan tidak menarik. Matt Rees benar-benar menggambarkan karakter utamanya sebagai seorang tua sederhana berusia 50 tahunan yang tidak menarik dan berkeluarga, benar-benar 180 derajat dari detektif-detektif fiksi terkenal lainnya. Dimana Sherlock ditulis sebagai seorang penyendiri yang tidak berkeluarga dan Hercule Poirot yang selalu peduli dengan penampilannya, Ommar Yussef hanya guru yang mempunyai perut buncit tetapi mempunyai kesamaan dengan mereka yaitu menggunakan pengetahuannya sebagai senjata untuk memecahkan misteri yang ada.
Matt Rees juga berhasil menggambarkan Gaza sebagai daerah yang kumuh, keras dan tidak berhukum. Sesuai dengan fakta yang ada, digambarkan sebagai kota yangbila ada kematian dalam suatu kekerasan adalah hal yang sangat biasa. Gaya penulisan yang membuat penasaran dan tidak bisa berhenti membaca menjadi nilai plus buku ini. Saya merekomendasikan buku ini jika anda seorang penggemar novel detektif dan mencari sesuatu yang beda.
Dioma Publishing, seperti yang dijelaskan Matt Rees kepada saya juga akan menerbitkan 4 buku Omar Yussef lainnya seperti, The Conspirator from Betlehem, The Samaritan's Secret dan juga buku keempat yang akan terbit versi inggrisnya tahun depan.
source:
Komentar yang dibalas oleh Matt Rees di blognya

Setelah sekian lama saya tidak membaca novel fantasi, saya pun tertarik dengan sebuah buku berjudul The Alchemyst: The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel (pake y bukan i, klo The Alchemist itu buku karangan Paulo Coelho) karangan Michael Scott, penulis berkebangsaan Irlandia. Sebetulnya buku ini sudah agak lama beredar dan saya sudah lama tertarik karena memang covernya menarik bagaikan cover sebuah buku sihir yang berisi mantra-mantra ajaib.
The Alchemyst adalah buku pertama dari 5 buku "The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel". Ya! seperti judulnya buku ini memang menceritakan tentang Nicholas Flamel, seorang tokoh yang nyata dalam sejarah yang konon menemukan rahasia hidup abadi. Nama tersebut merupakan daya tarik sendiri bagi saya karena saya pertama kali mendengar Nicholas Flamel di novel "Harry Potter & The Philosopher's Stone" dan lebih mengenal sosok itu setelah saya melakukan googling dan membaca wikipedia. Ia adalah seorang alchemist (ilmuwan yang berhubungan dengan okultisme dan sihir) yang hidup di abad ke 13, dan merupakan seorang alchemist yang sangat tenar karena dianggap pernah menemukan rahasia hidup abadi dan berhasil mengubah batu menjadi emas. Sosok itulah yang diceritakan di novel fantasi ini.
Cerita dimulai dari sepasang saudara kembar bernama Sophie dan Josh Newman. Mereka berdua sama-sama sedang bekerja paruh waktu, Sophie adalah anak tertua walaupun hanya 28 detik lebih tua daripada Josh. Sang kakak bekerja di sebuah coffee shop dan sang adik bekerja di sebuah toko buku "Small Book Shop" yang berada di seberang coffe shop tempat Sophie bekerja. Little Book Shop dimiliki oleh seorang separuh baya bernama Nick Fleming dan istrinya Perry Fleming. Tiba-tiba toko buku diserang oleh seorang penyihir bernama Dr. John Dee bersama pasukan Golemnya (manusia tanah liat) yang berhasil mencuri codex, sebuah buku yang berisikan ramalan-ramalan dan mantera-mantera yang tidak bisa dibayangkan besar kekuatannya juga menculik Perry.
Dr. Dee dan pasukannya berhasil melarikan diri, Nick Fleming mulai menjelaskan bahwa dia adalah Nicholas Flamel Sang Alchemyst yang hidup abadi. Dan Perry adalah Perenele Flamel, istrinya yang juga manusia abadi. Ketika bertempur dengan Dee rupanya Josh berhasil merobek 2 lembar halaman terakhir dari codex sehingga buku yang diambil oleh Dr. Dee tidak bisa berkerja secara sempurna. Maka pelarian pun dimulai, mereka akan dikejar karena memiliki 2 lembar halaman tersebut.
Flamel menjelaskan bahwa sebelum ada manusia, bumi lebih dahulu dihuni oleh ras yang bernama Elderly - Tetua dan mereka adalah yang diceritakan oleh manusia dalam mitologi-mitologi. Sebagian dari mereka dianggap sebagai dewa. Dee bekerja untuk Tetua gelap, tetua yang tidak bisa menerima bahwa manusia adalah penguasa bumi. Mereka menganggap mereka jauh lebih berhak dan lebih tinggi derajatnya daripada manusia.
Dalam pelariannya Flamel mendapat bantuan dari Scathatch sang petarung, yang merupakan tetua yang berpenampilan seperti gadis remaja dan sangat ahli dalam pertarungan. Rupanya Sophie dan Josh adalah sang kembar yang diramalkan akan menyelamatkan atau menghancurkan dunia, Pemilik sah dari Codex. Nicholas Flamel mengunjungi para tetua yang bisa membangkitkan kekuatan mereka berdua. Aura Sophie berwarna perak sedangkan Josh mempunyai Aura berwarna emas, Kedua aura itu sangat jarang dimiliki oleh orang-orang.
Dan petualangan mereka berlanjut untuk memenuhi takdir mereka.
Dalam novel ini Michael Scott berhasil mencampurkan mitologi, legenda, sejarah dan keadaan masa kini di dalam ceritanya. Memakai dewa-dewi seperti Morrigan, Bastet dan Hekate sebagai karakter-karakter yang memperkaya dan mengembangkan tokoh nyata dalam fiksi seperti Nicholas Flamel dan John Dee yang merupakan tokoh yang benar-benar ada dalam sejarah dan penggambaran tentang masa kini yang mendetail dengan menggunakan berbagai jargon-jargon teknologi modern.
Ketika membaca, anda akan merasa penasaran akan tambah penasaran jika anda adalah penggemar mitologi dan suka sejarah. Karena anda akan bertanya kepada diri anda sendiri ketika membuka halaman demi halaman "Dewa/Dewi atau makhluk atau Tokoh apakah yang akan muncul berikutnya?". Jika anda ingin mencari pengganti Harry Potter saya sangat menyarankan seri "The Secrets of the immortal Nicholas Flamel" sebagai bacaan karena sangat menghibur dan membuat anda selalu ingin membuka halaman berikutnya tanpa berhenti membaca.

Watch:
Paranoia Agent (miniseries)
Another work from Satoshi kon, the movie tell us about a serial assailant called Shounen Bat (translated: Bat Boy) who hitted several people, 2 detectives investigating this case and try to catch the shounen bat. A freaky, thrilling and cool movie, the genre is psychological horror mystery. and try to watch other Satoshi Kon's movie like : Tokyo Godfather, Paprika and Millennium Actress guaranteed will make you satisfied.

Read:
Magic Ban Removal!! Hyde and Closer (manga)
a manga about a boy named closer who have a great magician grandpa, and suddenly all of the magician trying to kill him. Luckily his grandpa gave him a magic teddy bear to protect him. a very nice manga, funny but have a lot of action.
Listen:
Hirasawa Susumu's
a japanese electro musician, his music gives me an abstract surreal wonderful feeling. i know him because he always score music for satoshi kon's movies.
try:
in this posting i want to share what i recently watched and read.
1. Kamen Rider The First
The remake of kamen rider 1 & 2 movie version. The story is about a underworld organization named shocker trying to take over the world with super power soldiers. The main character is Takeshi Hongo, a college student who abducted by shocker and goes to painfully operation to be a powerful soldier. but he betrayed the organization and use his power to destroy the organization. i very satisfied with this movie because it brings me back my childhood memory especially when rider kick part.

2. Kamen Rider The Next
The sequel of kamen rider the first, set 2 years after the last movie. It feature Kamen Rider V3. Takeshi Hongo now works as a teacher in a highshool, and helping his student, Kotomi Kikuma finding her friend, who is a pop idol. But there is a rumor in her friend's hit single have a curse. The director put thriller element in this movie, but the plot is not as good as the first one.
it have better fighting scene than the first one.

3. Detroit Metal City
Judging from the cover you will think this is a horror manga, but you are wrong. This is a comedy manga. Souchi negishi a college student who want to join a trendy swedish pop band but his fate make him join a gory black metal band named Detroit Metal City. In fact the band is very success but negishi never enjoy playing on DMC. Negishi ashamed of his alter ego in the dmc, a very brutal person named Johannes Krauser 2nd. So he is hiding his identity as the DMC's vocalist. a very funny manga.

Buku ini sudah lama ingin saya beli, tetapi karena kondisi dompet yg lagi kering saya baru bisa membelinya beberapa hari yang lalu. pertama saya mengira klo cerita ini tentang putri seorang yakuza yang bertindak seenak jidat dengan kekuasaan bapaknya, tapi saya salah. Ini bercerita tentang kerasnya hidup Shoko Tendo seorang putri Yakuza yang masa kecilnya sangat mapan. Beranjak remaja masuk ke pergaulan yang salah, kecanduan narkoba dan menjadi simpanan suami orang. Buku yang menarik, membuat saya tidak bisa berhenti membaca. Buku yang jujur, bagaimana seorang wanita menjadi korban kekerasan dan menjalani hidup di dunia yang keras.